Langsung ke konten utama

Konfigurasi DNS di Debian 9.5

 Hola! Kembali lagi dengan Rara di blog ini. Semoga sehat selalu ya kalian semua, Aamiin. Kali ini kita akan belajar bagaimana mengoneksikan DNS server di Debian 9.5. Sebelumnya, kalian tau tidak apa itu DNS Server? 

DNS (Domain Name Server) adalah sistem penamaan hirarkis dan desentralisasi untuk komputer, layanan, atau sumber daya lain yang terhubung ke Internet atau jaringan pribadi. Ini mengaitkan berbagai informasi dengan nama domain yang ditetapkan untuk masing-masing entitas yang berpartisipasi. DNS juga memiliki forward zone dan reverse zone. Forward zone adalah cara mengubah nama domain ke IP address di dalam DNS sedangkan reverse zone adalah kebalikan dari forward yaitu cara mengubah IP address ke nama domain di dalam DNS.


Sudah mengerti kan? Sekarang lanjutkan menyiapkan alat dan bahan:

1. PC/Laptop

2. Debian 9.5

3. VirtualBox dan Putty


Langkah-langkah Konfigurasi:

1. Siapkan Debian yang sudah terkonfigurasi ip address nya, lalu masuk keputty dan login sebagai root.



2. Masuk ke perintah 'nano /etc/apt/sources.list' untuk memasukan repository lokal. kalian bisa mencarinya di sini https://www.linuxid.net/35415/daftar-repository-lokal-debian-10-buster/

3. masuk ke perintah 'apt-get update' untuk mengupdate repository


4. masuk ke 'apt-get install bind9 -y' untuk menginstall paket bind9. bind9 biasa digunakan untuk konfigurasi dns karna stabil dan memiliki kualitas.


5. kita copy terlebih dahulu forward zone dengan perintah 'cp /etc/bind/db.local /etc/bind/forward.zone'


6. selanjutnya men-copy reverse zone juga dengan perintah 'cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/reverse.zone'


7. masuk ke perintah 'nano /etc/bind/forward.zone'. ganti domain nya sesuai kalian dan serialnya menjadi 64. lalu ubah ip nya seperti ip dalam debian. jika sudah selesai kalian save.





8. selanjutnya masuk ke perintah 'nano /etc/bind/reverse.zone' ubah seperti di gambar. tetapi untuk angka nya, isi dengan oktet terakhir ip kita. jika sudah maka kita save.





9. masuk ke default zone dengan perintah 'nano /etc/bind/named.conf.default-zones' ubah sesuai di gambar dan untuk reverse zone masukan 3 oktet ip kita sebelumnya kita pakai. 



10. masuk ke 'nano /etc/resolv.conf' untuk mengubah ipname server kita. ubah seperti ip sebelumnya saja.


11. sekarang restart bind9 nya


12. lakukan uji coba dengan 'nslookup' dan berikan domain namenya. jika seperti ini maka sudah berhasil.




UJI COBA


1. buka network conection dan lihat properti dari koneksi yang tersambung.



2. cari 'internet protocol version 4 (TCP/IPv4)' dan klik 2 kali.


3. pilih opsi 'use the following DNS Server addresses' dan masukan ip kita. jika sudah klik OK


4. masuk ke cmd dan masukan perintah 'ipconfig /fludhdns' supaya dsnya bisa diterapkan.



5. lakkan ping pada ip kita, jika hasilnya 'reply' maka berhasil.


6. ping pada domain name kita.


7. lalu masukan perintah 'nslookup'dan hasilnya seperti ini.


Selesai!! terimakasih banyakk semoga membantuu!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfigurasi Mail Server dengan Postfix dan Dovecot di Debian 9

 Hola! Kali ini kita akan belajar bagaimana cara menkonfigurasi Mail Server dengan Postfix dan Dovecot di Debian 9. Bagi kalian yang belum tau apa itu Mail Server,  Mail server  adalah program yang bekerja untuk mendistribusikan email dalam suatu jaringan.  Mail server adalah  sebuah program berbasis cloud computing dalam layanan internet yang digunakan untuk melayani pengiriman atau penerimaan email via jaringan server mail yang sama . jika sudah mengetahui apa itu Mail Server, lalu apa itu Postfix dan Dovecot?  Postfix   adalah   MTA  atau   mail transfer agent   bebas dan terbuka untuk sejumlah sistem operasi bertipe Unix. Postfix menerima surat dari dunia luar dan dari sumber-sumber lokal, dan merutekannya ke tujuannya.  Dovecot  adalah perangkat lunak antarmuka kotak surat. Secara khusus, ini memungkinkan pengguna untuk mengakses kotak surat mereka menggunakan antarmuka   IMAP .   Tujuan utama Dovecot adala...

Instalasi Windows Server 2019 Via VirtualBox

    Halo! Perkenalkan nama saya Anggifha biasa dipanggil rara. Untuk pelajaran kali ini kita akan mempelajari cara menginstall windows 2019  via virtualbox. Sebelumnya, apakah kalian tau apa itu windows servers.  Windows server Sistem operasi versi  Windows  yang khusus digunakan untuk  server  atau datacenter. Biasanya digunakan sebagai  server  networking perusahaan, berbagai layanan berbasis cloud, atau sebagai  server  website, web app dan lain sebagainya. lalu, apa saja yang dibutuhkan untuk menginstall windows server? 1. Komputer/laptop 2. VirtualBox 3. File ISO windows server selanjutnya langkah-langkahnya: 1. buat nama dan penempatan folder. karna kita menginstall windows 2019, maka pilih tipe microsoft windows dan dengan versi windows server 2019. setelah itu klik next. 2.  ukuran memorinya ikut yang disarankan. 3. untuk hard disknya pilih buat hard disk virtual sekarang. 4. untuk tipe berkas harddisk pilih yang V...

Konfigurasi Database MySQL Server pada Debian 9

Halo! Kembali lagi di blog rara, kali ini kita akan belajar bagaimana konfigurasi Database MySQL Server pada Debian 9. Sebelumnya, Bagi yang belum tahu apa itu MySQL,  MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL atau DBMS yang multialur, multipengguna, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. untuk melakukan konfigurasi ini, kita membutuhkan: 1. Laptop/PC 2. Debian 9 selanjutnya, mari kita lakukan konfigurasi! 1. masukan repositori terlebih dahulu pada debian dengan perintah nano /etc/apt/sources.list . repositori lokal bisa diambil dari  https://www.linuxsec.org/2019/01/repo-lokal-debian-stretch.html 2. selanjutnya update repo dengan perintah apt-get update. 3. install MySQL dengan perintah apt-get install mysql-server . 4. cek status mysql dengan perintah systemctl status mysql untuk melihat keaktifannya.  5. masuk ke mysql_secute_installation untuk menkonfigurasi database dengan memasukan password. 6. selanjutnya kita masukan perintah...