Hai! selamat datang kembali di blog saya. Pada kali ini kita akan mempelajari cara menginstallasi Debian 9.7 pada virtualbox. Sebelumnya, marri kita kenali terlebih dahulu apa itu Debian dan CLI.
Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya.
Nah, jika sudah mengetahui apa itu Debian dan CLI maka kita akan mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam kegiatan ini, seperti;
1. VirtualBox
2. File ISO Debian 9.7
3. Komputer/Laptop
Jika sudah semua mari kita memulai installasinya.
1. Buka VirtualBox dan klik New yaitu pada tanda yang dimerahi untuk membuat debian
2. Beri Nama pada debian lalu Masukan tipe linux dengan versi 62 bit.
ubah penyimpanan foldernya dengan meng-klik tanda panah yang dimerahi lalu pilih other untuk memilih penyimpanan lain.
pilih penyimpanan pada D dan klik new folder untuk membuat folder baru dan select folder jika sudah.
maka hasilnya akan seperti ini hanya klik next saja.
3. Gunakan ukuran memori sesuai kapasitas laptop/PC kalian. Saya menggunakan ukuran yang direkomendasikan yaitu 1024 MB lalu next.
4. Buat Hard disk lalu create
5. Untuk tipe Hard disk gunakan VDI (Virtual Disk Image) lalu next
6. Selanjutnya untuk penyimpanan fisik pada Hard disk pilih Dynamically allocated
7. Ubah ukuran Hard disk menjadi 152 GB lalu create
8. Klik bagian setting
9. Pada bagian 'Network' ceklis pada bagian 'enable network adapter' di adapter 1 dan pakai 'Host-only Adapter'
10. lalu klik start untuk memulai installasi.
11. Masukan File ISO yang akan dipakai. Disini saya menggunakan file ISO debian 9.7
12. Pilih 'install' untuk memulai installasi.
13. Pilih bahasa yang digunakan yaitu 'english'
14. Untuk lokasi kita pilih 'other' terlebih dahulu
lalu pilih 'Asia'
pilih negara 'Indonesia'
15. Untuk mengatur pengaturan lokal default berdasarkan negara pilih 'united states'
16. Gunakan Keyboard 'American English'
17. Masukan hostname bebas disini saya menggunakan 'ujianpas' dan enter.
18. Lewati bagian nama domain dengan enter saja.
19. Atur password dengan bebas.
konfirmasi terlebih dahulu password yang baru dibuat.
20. Masukan full name sesuai yang diinginkan. disini saya menggunakan full name 'ujiansaya'
21. Selanjutnya isi username sesuai yang diinginkan.
21. Masukan Password kembali dan konfirmasi lalu enter.
22. Pilh 'western' untuk mengatur zona waktu
23. Selanjutnya untuk pembagian partisi kita pilih secara 'manual'
24. Pilih SCI dan enter
25. Pilih 'yes' untuk membuat partisi baru
26. Pilih bagian 'pri/log' untuk membuat partisi menggunakan 'free space'
27. Buat partisi baru mengunakan 'create a new partition'
28. Isi ukuran partisi pertama dengan 50 GB
29. Untuk tipe partisinya kita gunakan 'primary'
30. Untuk lokasi partisi gunakan 'beginning'
31. Pada partisi ini saya ingin menjadikannya root maka pada bagian 'mount point' saya mengunakan '/' yang artinya root. Jika sudah maka kita pilih 'done setting up the partition' dan enter.
32. Buat partisi ke dua dengan 'pri/log free space'
33. Pilih 'create a new partition'
34. Untuk ukuran kedua kita gunakan 11.1 GB supaya sisa 100 GB bisa dimasukan ke partisi terakhir.
35. Berbeda dengan partisi awal, kita menggunakan 'logical' kali ini.
36. Pilih 'beggining'
37. Karna kita akan menjadikan partisi kedua ini 'swap area' maka klik pada bagian 'use as' untuk menggantinya
pilih 'swap area'
jika sudah seperti ini maka pilih 'done setting up the partition'
38. Lalu buat partisi ketiga menjadi data dengan free space yang tersisa.
39. Buat partisi baru dengan 'create a new partition'
40. Untuk ukuran partisi nya gunakan sisa 100 GB
41. Pilih 'primary'
42. Karna kita akan menjadikannya data makan pada bagian mount point kita klik
43. lalu pilih 'enter manually'
44. lalu ketik ulang menjadi '/data'
45. lalu pada bagian label ubah menjadi 'ujian7' ini untuk memberi nama drive D
46. jika sudah seperti ini maka kita pilih 'done setting up the partition'
47. jika dirasa pembagian partisi nya sudah benar maka pilih finish dan enter.
48. selanjutnya pilih 'yes' untuk menimpan perubahan partisi pada disk.
49. lalu pilih 'no' pada 'scan CD DVD', 'use network mirror' dan 'participate in the package usage survey'
50. Untuk software yang akan diinstall gunakan 'standard system utilities' dengan membintanginya dengan spasi.
51. Pilih 'yes' untuk install 'GRUB boot loader'
52. Pilih '/dev/sda' pada 'device for boot loader installation'
54. untuk menyelesaikan installasi kita pilih 'continue'
55. Selanjutnya akan masuk ke CLI seperti ini dan login menggunakan username dan password. selanjutnya login menggunakan su dan password.
56. lalu cek IP Address dengan perintah ip a
57. Lalu masuk ke nano /etc/network/interfaces dengan mengubah 'dhcp' menjadi 'static' lalu mengetik manual untuk Address, netmask, gateway, dns-nameservers.
58. lalu reboot
59. login kembali dan mengecek IP nya. Bisa dilihat bahwa IP nya sudah berubah sesuai dengan settingan kita.
60. Power off debian dan ubah networknya menjadi 'adapter bridge'
61. lakukan ping google.com jika berhasil maka akan seperti ini.
sampai disini belajarnya, bertemu lagi di blog selanjutnya ya! semoga bermanfaat -!









































































Komentar
Posting Komentar