Langsung ke konten utama

Installasi Proxmox di Vmware

 


Halo! Selamat datang kembali di Blog Rara! kali ini kita akan belajar bagaimana caranya installasi Proxmox di Vmware. Sebelumnya, apa kalian tau apa itu Proxmox?

Proxmox adalah distribusi sistem linux dari debian yang memfokuskan penggunaanya sebagai server platform virtualisaasi dengan antarmuka manajemen melalui web. Proxmox mendukung virtualisasi dengan Qemu yang berperan sebagai proses dari modul kernel linux dan openVZ sebagai container. 

Setelah mengetahui penjelasan mengenai Proxmox, kita persiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melakukan installasi:

1. PC / Laptop

2. Vmware

3. File ISO Proxmox

Mari lakukan installasinya:

1. Setting terlebih dahulu vm yang ada pada Vmware dengan memory 4 GB, Processors 4, Hard Disk 100 GB, CD/DVD nya menggunakan File ISO Proxmox, dan Network Adapter menggunakan Bridge.



2. Untuk Installasi file ISO Proxmox kalian bisa Install disini dan pilih versi Terbaru https://www.proxmox.com/en/downloads


3. Kemudian setelah settingan pada VM sudah selesai, kita jalankan mesin dengan klik 'power on this virtual machine'.


4. Kemudian tampilannya akan seperti ini, pilih 'install Proxmox VE' untuk menginstall Proxmox.


5. Akan ada Notifikasi 'failed to execute child process "scrot" (No such file or directory)' kita klik 'OK'


6. Notifikasi seperti ini juga akan muncul, klik 'OK' saja.


7. Selanjutnya akan ada tampilan lisensi, kita pilih 'I Agree'.


8. Disini akan ditampilkan Target Hard Disk yang di capai sampai ke 100GB kemudian kita klik 'next'.


9. Untuk Lokasi dan Zona waktu pilih:
Country: Indonesia
Time zone: Asia/Jakarta
Keyboard Layout: U.S English


10. Selanjutnya masukan  Password dan Email aktif kemudian Next.


11. Masukan konfigurasi hostname dan IP Address seperti di contoh.
Hostname: vps.kelompok9.net
IP Address: 172.16.0.30/24 


12. kemudian akan ada tampilan konfirmasi seperti ini, jika sudah sesuai semua maka kita pilih 'install'


13. lalu vm akan mulai menginstall.


14. stelah installasi sudah selesai, akan diberi tahu bahwa proxmox bisa diakses melalui browser dengan alamat https://172.16.0.30:8006 lalu kita piih 'reboot'


15. Setelahnya akan masuk ke tampilan CLI, login menggunakan user 'root' dan password yang sebelumnya kita buat.


Verifikasi pada client:

1. Buka browser kemudian ketikan https://172.16.0.30:8006 setelahnya tampilannya akan seperti ini. klik 'advanced' untuk memverifikasi proxmox


2. lalu pilih 'proceed to 172.16.0.30 (unsafe)'


3. Tampilannya akan seperti ini lalu masukan username 'root' dengan password yang sebelumnya kita input, kemudian login.


4. Akan ada notifikasi seperti ini, kita klik 'OK' saja.


5. Maka akan terbuka tampilan web dari proxmox dan installasi proxmox sudah selesai.


Verifikasi KVM Mikrotik:

1. Download Mikrotik CHR di website mikrotik.com lalu download 'raw disk image' dan pilih versi yang stable. 

2. Kemudian kembali ke web Proxmox dan di bagian Data Center masuk ke 'vps' disini saya typo menjadi vpn lalu klik tab 'shell' untuk menginstall CHR yang sebelumnya kita download n=dengan perintah 'wget' dan diikuti link download.



3. setelah terinstall sampai 100%, kita ketik perintah 'ls' untuk melihat file yang ada



4. setelahnya update terlebih dahulu dengan perintah 'apt-get update'



5. lalu install paket unzip dengan perintah 'apt-get install unzip'



6. ektrak file CHR menggunakan perintah 'unzip chr-6.47.1.img.zip'



7.  hapus file zip kemudian masukan perintah 'ls' dan bisa dilihat file zip sebelumnya sudah ada file img nya.



8. masukan perintah 'qemu-img info chr-.47.1.img' untuk melihat informasi mengenai qemu.


9. kemudian buat virtual size pada mikrotik sebesar 10GB dengan perintah 'qemu-img resize chr-6.47.1.img +10G' 


10. lalu cek kembali mengenai informasi qemu dengan perintah 'qemu-img info chr-.47.1.img' dan bisa dilihat ada tambahan informasi mengenai virtual size yang sebelumnya kita buat.


11. selanjutnya kita kembali ke web proxmox dan membuat virtual machine baru dengan mengklik 'create VM' 


12. Lalu create virtual machine dan klik next.


13. pada bagian OS, pilih opsi 'do not use any media' dengan tipe kernelnya linux, kemudian next.


12. pada bagian system gunakan sistem default kemudian next.


13. pada bagian hard disk gunakan device '1'  dengan ukuran device '1'


14. pada bagian CPU gunakan '2' cores. kemudian next.


15. pada bagian memory tidak perlu gunakan banyak, hanya '512MB'


16. pada bagian network, bridge menjadi 'vmbr0' dan model 'virtlO' kemudian next.


17. pada bagian confirm akan ada tampilan konfigurasi sebelumnya dan konfirmasi dengan klik 'finish'


18. lalu impor VMid 100 ke local lvm menggunakan remote putty dengan perintah 'qm importdisk 100 chr-6.47.1.img local-lvm'


19. lalu kembali di bagian web proxmox dan di bagian 'ahrdware' , double klik 'unused disk 0' dan 'add'


20. lalu pada disk image tambahkan 'local-lvm:vm-100-disk-1' kemudian 'add'


21. lalu pada hard disk 1, klik 'detech'


22. untuk konfirmasi, klik 'yes'


23. hapus 'unused disk 0' dengan klik 'remove'


24. konfirmasi penghapusan dengan klik 'yes'


25. pada bagian 'VM 100', 'options', dan 'boot order' ubah menjadi 'sci0' dengan klik 'edit' kemudian seperti ini, lalu reset.


26. kemudian pada bagian 'KVM hardware Virtualization' yang bertuliskan 'yes' kita double klik.


27. ubah menjadi 'no'


28. kembali pada bagian 'hardware' edit network device menggunakan opsi 'edit'


29. pada bagian model pilih 'intel E1000' kemudian ok.


30.  Kemudian tambahkan interface baru dengan klik 'add' dan 'network device'


31. lakukan konfigurasi yang sama seperti sebelumnya.


32. hasilnya akan seperti ini


33. setelahnya  masuk pada bagian 'summary' dan klik 'start'


34. kemudian masuk pada bagian 'console' dan login menggunakan user 'admin'


35. untuk password kita kosongkan saja lalu tampilannya akan seperti ini


36. lalu akan ditanyakan mengenai apakah kalian ingin melihat lisensi? kita pilih 'n'


37. masukan konfigurasi IP Address, gateway, dan DNS untuk melakukan percobaan apakah Mikrotik tersebut bisa tersambung ke internet atau tidak. 





Verifikasi dari Proxmox:

1. untuk melakukan uji koneksi pada proxmox, matikan firewall terlebih dahulu.


2. lakukan ping dari proxmox ke mikrotik. 



Maka saat sudah bisa ping seperti ini konfigurasi sudah selesai! semoga bermanfaat, terimakasih! ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konfigurasi Mail Server dengan Postfix dan Dovecot di Debian 9

 Hola! Kali ini kita akan belajar bagaimana cara menkonfigurasi Mail Server dengan Postfix dan Dovecot di Debian 9. Bagi kalian yang belum tau apa itu Mail Server,  Mail server  adalah program yang bekerja untuk mendistribusikan email dalam suatu jaringan.  Mail server adalah  sebuah program berbasis cloud computing dalam layanan internet yang digunakan untuk melayani pengiriman atau penerimaan email via jaringan server mail yang sama . jika sudah mengetahui apa itu Mail Server, lalu apa itu Postfix dan Dovecot?  Postfix   adalah   MTA  atau   mail transfer agent   bebas dan terbuka untuk sejumlah sistem operasi bertipe Unix. Postfix menerima surat dari dunia luar dan dari sumber-sumber lokal, dan merutekannya ke tujuannya.  Dovecot  adalah perangkat lunak antarmuka kotak surat. Secara khusus, ini memungkinkan pengguna untuk mengakses kotak surat mereka menggunakan antarmuka   IMAP .   Tujuan utama Dovecot adala...

Instalasi Windows Server 2019 Via VirtualBox

    Halo! Perkenalkan nama saya Anggifha biasa dipanggil rara. Untuk pelajaran kali ini kita akan mempelajari cara menginstall windows 2019  via virtualbox. Sebelumnya, apakah kalian tau apa itu windows servers.  Windows server Sistem operasi versi  Windows  yang khusus digunakan untuk  server  atau datacenter. Biasanya digunakan sebagai  server  networking perusahaan, berbagai layanan berbasis cloud, atau sebagai  server  website, web app dan lain sebagainya. lalu, apa saja yang dibutuhkan untuk menginstall windows server? 1. Komputer/laptop 2. VirtualBox 3. File ISO windows server selanjutnya langkah-langkahnya: 1. buat nama dan penempatan folder. karna kita menginstall windows 2019, maka pilih tipe microsoft windows dan dengan versi windows server 2019. setelah itu klik next. 2.  ukuran memorinya ikut yang disarankan. 3. untuk hard disknya pilih buat hard disk virtual sekarang. 4. untuk tipe berkas harddisk pilih yang V...

Konfigurasi Database MySQL Server pada Debian 9

Halo! Kembali lagi di blog rara, kali ini kita akan belajar bagaimana konfigurasi Database MySQL Server pada Debian 9. Sebelumnya, Bagi yang belum tahu apa itu MySQL,  MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL atau DBMS yang multialur, multipengguna, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. untuk melakukan konfigurasi ini, kita membutuhkan: 1. Laptop/PC 2. Debian 9 selanjutnya, mari kita lakukan konfigurasi! 1. masukan repositori terlebih dahulu pada debian dengan perintah nano /etc/apt/sources.list . repositori lokal bisa diambil dari  https://www.linuxsec.org/2019/01/repo-lokal-debian-stretch.html 2. selanjutnya update repo dengan perintah apt-get update. 3. install MySQL dengan perintah apt-get install mysql-server . 4. cek status mysql dengan perintah systemctl status mysql untuk melihat keaktifannya.  5. masuk ke mysql_secute_installation untuk menkonfigurasi database dengan memasukan password. 6. selanjutnya kita masukan perintah...